Unordered List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 13 Juli 2016

USB DOWNLOADER

              
 Ini saya sebut downloader untuk AVR dengan tipe USBASP.  Pertama-tama, pasti ada di benak pikiran kita tentang apa itu downloader? Apa fungsinya pada mikrokontroler? Jadi gini aja tak jelasin, downloader bisa diibaratkan sebagai jembatan penghubung antara sistem minimum dengan PC agar program dapat diisikan dari PC ke dalam mikrokontroler Atmega pada sistem minimum atau alat yang sedang kamu buat. Kemudian, terdapat 5 pin yang digunakan untuk menghubungkan darimikrokontroler ke downloader, yaitu: mosi, miso, sck, reset, ground. Selanjutnya, untuk menghubungkan downloader dengan PC bisa menggunakan kabel connector usb to connector printer.

Lalu, apa saja komponen pada alat yang dinamakan dengan downloader itu? Pada downloader, terdapat mikrokontroler atmega, rangkaian clock eksternal, dioda zener dan beberapa buah kapasitor sebagai penghalus gelombang dan penyimpan energi, serta beberapa led sebagai indikator kerja downloader (busy, standby,  power). Atmega yang digunakan yaitu Atmega8 (*catatan: penulis pernah menggunakan Atmega8L, tapi tidak mampu dijalankan sebagai downloader, jadi sebaiknya menggunakan Atmega8 saja). Untuk crystal eksternal yang digunakan, bisa memakai 12Mhz, lalu untuk pengaturan fusebitnya yaitu [high fuse = FF, low fuse = C9].

Apakah Atmega8 yang dipasang pada downloader tersebut belum diprogram tapi downloader dapat berfungsi? Tentu TIDAK! Atmega8 tersebut perlu diisikan program downloader tersebut. Baru kemudian downloader tersebut dapat berfungsi. Caranya yaitu menggunakan ilmu pinjem :P , pertama pinjem dulu downloader punya temanmu, kemudian kamu harus punya sistem minimum atmega8 (cukup rangkaian powersupply, crystal eksternal dan pin-pin SPI [mosi, miso, sck, reset, ground]). Kemudian baru downloader punya temanmu itu difungsikan sebagai pengirim program downloader ke Atmega8-mu yang belum diisikan program. Jika sudah, baru kemudian Atmega8-mu barusan di pasang ke downloader buatanmu. Dan jadilah downloader Atmega.

Catatan penting juga, jika kamu sudah mengerti cara mentransfer program ke Atmega apapun. Ingat!, jika Atmega targetmu itu belum pernah diisikan program apapun, saat kamu mentransfer program ke Atmega targetmu tadi, pin slow sck (2 pin header) harus saling disambung. Fungsinya untuk menyamakan kecepatan clock kedua sistem tersebut, karena Atmega target tadi belum di-set fusebitnya, jadi hanya menggunakan clock internal sebesar 1Mhz, nah kenapa slow sck saling disambung? Fungsinya yaitu untuk men-set nilai clock downloader menjadi 1Mhz juga.
Alat dan bahan untuk membuat USB DOWNLOADER :
1.     PCB polos
2.     Ferit Clorid
3.     Atmega 8 
4.     Crystal 12Mhz
5.     Soket Atmega 8 (28 pin)
6.     LED Green dan Red
7.     Resistor 10K, 100 Ohm, 270 Ohm, 1.5 K, dan  (Masing masing 4 buah)
8.     Capacitor 22pF , 100nF
9.     Pin Header
10. Jumper
11. USB tipe B
12. Kaber USB tipe B to USB 
13. Elco 10uF

Di bawah ini adalah Gambar Schematic rangkaian usb downloader 










 Gambar USB downloader yg akan di cetak di PCB polos



Print gambar diatas lalu fotokopi kertas kalender. Gosok kertas kalender menggunakan setrika hingga gambar rangkaian menempel dengan sempurna. Lubangi PCB menggunakan bor kecil dengan ukuran mata 0.8-1mm. Solder komponen sesuai dengan letak digambar pastikan jalur benar benar dalam kondisi yang sama dengan gambar agar perangkat bekerja dengan baik.

·         Hubungkan Downloader yang sudah jadi ke downloader yang baru dibuat, karna akan melakukan proses cloning / injeck driver USBasp. Kemudian sediakan USBASP (Downloader) yang lain untuk mendownload firmware ke atmega8. (Downloader tidak harus yang berbasis USBASP bisa yang lain asal kompatibel dengan MOSI,MISO,SCK dan reset mikrokontroler AVR).
·         Dengan cara ini membutuhkan dua downloader USBASP. yang satu sebagai 'USBASP' yang saya manfaatkan sebagai board target dan satunya lagi sebagai USBASP downloader.
·         Untuk membuat USBASP menjadi target board caranya adalah dengan menghubungkan jumper self programming (JP2)


·         Selanjutnya buka software downloader dengan Avr Downloader.
·         Bagi yang belum punya silakan download
·         Oke berikutnya saya anggap fusebit sudah diatur selanjutnya adalah copkan  koneksikan konektor USB (USBASP) pada PORT USB
·         Saya anggap koneksi ke PC atau Laptop sudah lancar . cara ngetestnya adalah buka khazama AVR Programmer kemudian pilih command > read signature.

·         Jika ada permasalahan dalam koneksi maka akan muncul notifikasi berikut :
·          Solusinya adalah :
1.     Cek kembali koneksi (kabel ke mikrokontroler target) 
2.     Jangan lupa untuk memberi supply tegangan ke mikrokontroler target.
3.     Jika permasalahan masih terjadi maka mungkin terjadi permasalahan pada saat  penginstalan driver
4.     Jika koneksi lancar maka akan muncul notifikasi seperti berikut.



·         Pengisian Driver USBasp telah sukses
·         Berikutnya adalah load firmware caranya
1.     Klik File
2.     Load flash to buffer
3.     Kemudian cari dimana firmware tersebut disimpan
4.     Setelah itu klik auto program
5.     Load Flash  
6.     Cari file.HEX
7.     Write Flas



·         Succesfully Writing Flash
·         Sampai disini telah berhasil mengisi firmware ke dalam mikrokontroler atmega8 . Untuk mencobanya apakah firmware yang anda isi telah berfungsi dengan baik, anda dapat mencobanya langsung diboard USBASP.
·        
Lihat di device manager (start > Run > "devmgmt.msc") jika berfungsi dengan baik , maka USBASP akan tampil tanpa tanda seru.
·         USBASP sudah terinstall


Senin, 11 April 2016

Tutorial Penambahan Jaringan ACL di Cisco Paket Tracer

PNAMBAHAN ACCESS CONTROL LIST (ACL)






Pertama buatlah simulasi jaringan untunk mengaplikasikan ACL pada jaringan. Pada pembuatan jaringan kita bebas mengunakan metode setting jaringan contohnya konfigurasi jaringan dengan RIP, OSPF , EIGRP , dan lainnya. Dalam simulasi ini saya menggunakan konfigurasi EIGRP.
kemudian setinglah router1

config-EIGRP tambahkan
-192.168.1.0
-12.12.12.0
fastEthernet0/0(router ke jaringan switch)
-ip address 192.168.1.254 subnet 255.255.255.0
fastEthernet0/1(router ke router)
-ip address 12.12.12.1 subnet 255.0.0.0
loopback1 172.16.1.1 loopback2 172.16.2.2

kemudian setinglah router2

config-EIGRP tambahkan
-192.168.2.0
-12.12.12.0
fastEthernet0/0(router ke jaringan switch)
-ip address 192.168.2.254 subnet 255.255.255.0
fastEthernet0/1(router ke router)
-ip address 12.12.12.2 subnet 255.0.0.0
loopback3 172.16.3.3 dan loopback4 172.16.4.4
oke klo sudah ping ip nya.




oke sudahh baru tambahkan access list nya. Rumus access list standar :
IDN(config)#access-list <named> <permit/deny> <source address> <source wildcard mask> 
- implementasi:
IDN(config)#interface <interface Type:fa><interface nomer:0/0>
IDN(config-if)#ip acces-group <named> <in/out>

Contoh nya..
IDN(config)#access-list 1 deny 192.168.1.2 0.0.0.0 
- implementasi:
IDN(config)#interface fa0/0
IDN(config-if)#ip acces-group 1 in
oke selanjutnya tingan test ping :


Tutorial Membuat Jaringan OSPF di Cisco Paket Tracer

Tutorial Menghubungkan Jaringan dengan Metode OSPF Menggunakan Cisco Packet Tracer

Routing Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protocol standard terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan. Konfigurasi OSPF digunakan untuk mengurangi overhead (waktu pemrosesan) routing, mempercepat convergance, dan membatasi ketidakstabilan network disebuah area dalam suatu network.
OSPF Message Encapsulation terjadi pada lapisan data-link dengan nomor protocol 89. Data field ini dapat berisi salah satu dari lima tipe paket OSPF. Pada IP packet header, alamat tujuannya mempunyai dua alamat multicast yaitu 224.0.0.5 dan 224.0.0.6 namun yang diset cukup salah satu dari alamat tersebut. Bila paket OSPF diencapsulasi di sebuah frame Ethernet, alamat tujuan dari MAC address juga merupakan sebuah alamat multicast, yaitu 01-00-5E-00-00-05 dan 01-00-5E-00-00-06. Semua paket OSPF mempunyai 24 byte yang berisikan informasi yang diperlukan. Packet header ini terdiri dari berbagai bidang seperti jenis-jenis paket OSPF, router ID serta alamat IP dari router yang mengirimkan paket.
Ada 5 tipe paket yang digunakan OSPF, yaitu : 
  Hello Packet, untuk menemukan serta membangun hubungan antar tetangga router OSPF.
  Database Description (DBD), untuk mengecek singkronisasi database antar router.
  Link-State Request (LSR), meminta spesifikasi link-state records antara router satu dengan yang lain.
  Link-State Update (LSU), mengirimkan permintaan spesifikasi link-state records.
  Link-State Acknowledgement (LSAck), menerima paket link-state.

Langkah - langkah :
·         Buat rangkaian seperti gambar dibawah ini. Hubungkan satu sama lain dan konfigurasi setiap PC pastikan menggunakan kabel yang sama dengan gambar
·         Tambahkan 1 PC/ Laptop, sambungkan ke salah satu router menggunakan kabel console, hubungkan ke port console pada router dan port RS 232 pada PC. Laptop.
·         Klik PC yang dihubungkan dengan kabel console, pilih Terminal pada tab Desktop lalu pilih Ok.
·        

·         Apabila tampilan pada layar seperti pada gambar di bawah ini artinya routing sudah dapat dilakukan.
·         Mulai routing pada router 0 menggunakan semua IP yang telah kita siapkan tadi.
                                          (routing fastethernet 0/0)
             

             (routing loopback 1, routing serial 0/0/0 dan serial 0/0/1)
·         Konfigurasi Router1.

                             (routing fastethernet)
         

                             (routing serial 0/0/0)
             

                             (routing serial 0/0/1)
·         Konfigurasi Router2.

                              (routing fastenthernet)
           

                               (routing serial 0/0/0)    
              
                                       (routing serial 0/0/1)
·         Konfigurasi Router3.

                           (routing fastenthernet)
           

                             (routing serial 0/0/0 dan serial 0/0/1)
·         Setelah selesai melakukan routing serial dan fastethernet pada masing-masing router maka langkah selanjutnya yaitu merouting OSPF pada setiap Router. Dimulai dari Router0.

·         Routing OSPF Router1.

·         Routing OSPF Router2.

·         Routing OSPF Router3.
·         Uji konfigurasi OSPF yang telah dilakukan tadi dengan cara Ping ke semua PC yang ada.



·         Uji dengan mengirim file antar PC, klik icon surat pada toolbox disebelah kanan lalu kirim dari salah satu PC ke PC lainnya.   
   
·          Lihat hasil dari pengiriman file tadi pada tabel di sudut kanan bawah.